7 Mitos Tentang Kanker yang Penting untuk Diketahui

Berdasarkan data kesehatan WHO (2003), penyakit kanker menjadi penyakit yang paling tinggi menelan korban. Sebanyak 7 juta pasien kanker meninggal akibat menderita penyakit yang awal mulanya disebabkan oleh penyakit tidak menular ini.
Maraknya peningkatan jumlah pasien kanker membuat banyaknya mitos yang beredar terkait penyakit ini. Bahkan konsumsi MSG digadang-gadang sebagai salah satu pencetus kanker.
Padahal jika dilihat dari segi medis, banyak penjelasan ilmiah yang membuktikan jika kanker tidak dapat dipicu oleh MSG. Tak hanya itu, masih banyak mitos tentang kanker yang kerap membuat heboh masyarakat. Apa saja?
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) memberikan informasi terkait mitos kanker yang masih dipercayai oleh masyarakat. Berikut mitos kanker yang harus segera diluruskan berdasarkan informasi yang kumparan (kumparan.com) terima dari dari pernyataan resmi YKI:
1. MSG dapat Menyebabkan Kanker
fohsmkegcxkpd6f1pnt1
Ilustrasi monosodium glutamat (Foto: Thinkstock) via Kumparan
Menurut penuturan Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp. PD-KHOM selaku ketua YKI, konsumsi MSG tidak ada kaitannya dengan penyakit kanker. Konsumsi MSG yang berlebihan justru akan merusak jaringan otak, bukan sebagai pencetus tumbuhnya sel kanker di tubuh. Penelitian yang telah dilakukan oleh Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) menunjukkan hasil bahwa MSG terbukti tidak meyebabkan kanker.
2. Mereka yang Tidak Mempunyai Riwayat Keluarga Penderita Kanker Aman dari Kanker
zdbp39dypsv7io3gs2tx
Kanker disebabkan oleh gaya hidup (Foto: Thinkstock) via Kumparan
3. Arang yang Menempel Pada Sate Menyebabkan Kanker
fnfyueubhtcxkjewzder
Ilustrasi sate ayam (Foto: Thinkstock) via Kumparan
Sate ayam dan ikan bakar terbukti tidak mempunyai peranan dalam memicu penyakit kanker. Berdasarkan penjelasan Prof. Aru, bukan arang yang menyebakan terjadinya kanker melainkan kandungan daginglah yang bisa memicu sel kanker itu tumbuh. Daging merah yang dibakar hingga menyebabkan permukaan daging gosong justru bisa memicu kanker akibat dari kandungan daging yang apabila terkena suhu panas berlebih bisa menimbulkan risiko kanker.
4. Antioksidan Dapat Mencegah Kanker
keg4y9parexqxl6jdjkk
Buah yang mengandung antioksidan (Foto: Thinkstock) via Kumparan
Disebutkan oleh Prof. Aru jika antioksidan tidak memiliki kemampuan untuk mencegah penyakit kanker secara langsung. Tetapi, antioksidan yang terkandung pada buah atau sayuranlah yang mempunyai kemampuan dalam menangkal pertumbuhan sel kanker. Meskipun tidak secara langsung mencegah, mengkonsumsi makanan sehat tetap harus dilakukan sebagai bagian dari kebiasaan makan dan hidup sehat dalam rangka pencegahan kanker.
5. Sel Kanker Hilang Sepenuhnya dengan Kemoterapi
bxo6x0en27fcuyimxlnr
Ilustrasi kemoterapi (Foto: Thinkstock) via Kumparan
Banyak pasien kanker yang hanya bergantung pada kemoterapi saja. Padahal tak sedikit dari mereka yang masih menyimpan sel kanker di dalam tubuh mereka pasca kemoterapi selesai.
Menurut Prof. Aru, penangangan kanker yang lambat bisa menyebabkan sel kanker yang menggerogoti tubuh tak hilang sepenuhnya. Hal ini dikarenakan sel kanker sudah terlanjur menyebar ke seluruh tubuh sehingga kemoterapi saja tak mampu mematikan semua sel kanker tersebut.
6. Biopsi Membuat Tumor Menjadi Ganas
jlxdi0m1wusgpj92aboy
Pengobatan kanker sumber: thinkstock (Foto: Thinkstock) via Kumparan
Banyak orang yang menganggap jika benjolan yang menimpa dirinya akan berubah menjadi kanker atau bahkan menjadi ganas. Padahal sebuah benjolan yang jinak tidak akan menjadi ganas karena biopsi. Tumor jinak akan tetap jinak, demikian pula sebaliknya.
Biopsi sendiri adalah pengambilan jaringan tubuh untuk dilakukan tindakan diagnostik. Jika dokter sudah menduga adanya sel kanker yang ada di tubuh seseorang maka umumnya dokter akan merujuk pasien untuk melakukan biopsi dan hal ini sama sekali tidak akan membuat tumor menjadi lebih ganas.
7. Pengobatan Kanker Lebih Merusak Daripada Mengobati
rglecnvdwlcagy3n8xx1
Ilsutrasi perawatan kesehatan (Foto: Thinkstock) via Kumparan
Mungkin bagi penderita kanker banyak yang berpikir jika pengobatan kanker justru akan memperparah keadaan mereka. Padahal pengobatan kanker seperti kemoterapi, radioterapi atau bedah merupakan perawatan serius.
Efek sampingnya pun terasa sangat kuat, sebab pengobatan yang diciptakan untuk mematikan sel kanker juga dapat mengganggu fungsi beberapa sel sehat. Namun, proses yang harus dijalani memang seperti itu adanya. Prof. Aru menganjurkan penderita kanker untuk tetap mengikuti prosedur pengobatan agar lebih cepat ditangani.
(Artikel asli: link)

Photo/Illustration: Ilustrasi penderita kanker (Foto: Thinkstock) via Kumparan

Kumparan | Stephanie Elia, Intan Kemala Sari, Luthfa Nurridha
Diterbitkan: Kamis, 24 Agustus 2017 – 10:10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s